Sistematika Tumbuhan Rendah

Posted on Updated on

Sistematika tumbuhan rendah ialah ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan yang belum memiliki struktur lengkap seperti daun, batang, akar, dan sistem pengangkutan yang jelas. Tumbuhan tingkat rendah dinamakan seperti itu karena organisme ini dapat melakukan fotosintesis atau dengan kata lain memiliki plastida atau kromatofora khususnya klorofil.

Seperti yang kita ketahui ada beberapa organisme atau kelompok organisme yang memiliki klorofil atau kromafora dalam sel nya baik itu uniseluler (protista) maupun multiseluler.

makhluk uniseluler seperti protista seperti flagellata khususnya fitoflagellata dan ada juga kelompok lain seperti bakteri dan alga biru yang memiliki kemampuan fotosintesis. Beberapa bakteri bahkan dapat menghasilkan oksigen dari CO2 lebih cepat dan jauh lebih cepat dari tumbuhan tingkat tinggi karena fotosintesis. Alga pun begitu. Adapula makhluk laut berupa diatom yang juga memiliki klorofil atau kromatofara dalam sel nya. Adapula ganggang laut dan lamun. Untuk tumbuhan yang lebih tinggi lagi seperti briophyta dan pteridophyta (lumut dan paku) yang juga merupakan tumbuhan tingkat rendah dan peralihan.

Dikatakan tumbuhan tingkat rendah bukan hanya karena struktur nya yang mampu dibedakan (morfologi) melainkan juga melalui sistem pengangkutan, cara reproduksi dan juga cara mencerna makanannya.

tunggu postingan selanjutnya ya di kategori tumbuhan dan sistematika tumbuhan tingkat rendah

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s