FISIOLOGI TUMBUHAN: AIR

Posted on Updated on

Tumbuhan dan air

Fisiologi tumbuhan akan mengkaji tentang air.
Ikatan hidrogen merupakan kunci dari sifat air, sebagian besar sifat unik dari air berasal dari kenyataan menarik bahwa potongan garis menghubungkan pusat kedua atom hidrogen dengan pusat atom oksigen tidaklah membentuk garis lurus. Garis itu membentuk sudut kurang lebih 105 derajat, lebih menyerupai sebuah sudut daripada garis lurus. Pada es, besarnya sudut tepat 105 derajat, tapi pada bentuk cair besarnya sudut hanya rerata saja. Kedua elektron yang membentuk ikatan kovalen antara atom hidrogen dengan atom oksigen biasanya lebih dekat ke inti oksigen, meninggalkan kedua inti hidrogen (proton) yang bermuatan positif di satu sisi permukaan atom oksigen dengan jarak 105 derajat satu sama lain. Hal itu menimbulkan muatan agak positif pada sisi molekul tersebut, dan muatan negatif yang sama besar di sisi yang lain. Maka muatan neto molekul menjadi netral. Molekul demikian disebut polar, akibatnya, sisi positif dari satu molekul air tertarik oleh sisi negatif molekul air yang lain membentuk ikatan yang cukup lemah disebut ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen ini didapati pada banyak senyawa selain air, ikatan hidrogen dengan oksigen , atau dengan nitrogen, amatlah penting pada tumbuhan. Energi (kekuatan)ikatan antara sebuah atom hidrogen pada satu molekul dengan bagian negatif pada molekul lain berbeda-beda besarnya, bergantung pada molekul lain tersebut. Besarnya ikatan mulai dari 8 sampai 42 KJ/mol. Ikatan ion, yaitu bila elektron berpindah dari satu atom dan masuk ke cangkang terluar dari atom lain, memiliki energi beragam, mulai dari sekitar 582 kJ/mol pada CsI sampai 1004 kJ/mol pada LiF. NaCl berada diantaranya yaitu 766 kJ/mol. Energi ikatan kovalen, yaitu bila elektron dibagi bersama antara dua atom, bertumpang tindih dengan kekuatan ikatan ion, tanpa ikatan kovalen , tapi ikatan kovalen biasanya lemah. Gaya tarik van der Waals lebih lemah daripada gaya ikatan hidrogen, dengan energi ikatan kurang lebih 4,2 kJ/mol. Pada molekul nertral dan nonpolar, gaya ini dihasilkan dari gerakan eletron secara terus menerus, sehingga pusat muatan negatif molekul tak selalu bertepatan dengan pusat muatan positifnya. Jadi, ketika dua molekul yang hampir sama saling bertemu dekat sekali, mereka dapat saling mengimbaskan sedikit kepolarannya; caranya daerah bermuatan tak sama tarik menarik, kekuatan seperti ini menyatukan molekul-molekul yang hampir sama saling bertemu dekat sekali, mereka dapat saling mengimbaskan kepolarannya; caranya, daerah yang bermuatan tak sama tarik-menarik. Kekuatan seperti ini menyatukan molekul-molekul misalnya hidrokarbon cair, dan juga pada membran dan bagian dalam protein. Semua ikatan molekul ini bersifat eletronik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s