Evolusi :Cuvier, Fosil dan Katatropisme

Posted on Updated on

Cuvier, Fosil dan Katatropisme

Kajian mengenai fosil juga menjadi dasar kerja bagi ide Darwin. Fosil adalah replica atau peninggalan sejarah organism dari masa lalu, yang mengalami mineralisasi di dalam batuan, Sebagian besar fosil ditemukan  dalam batuan sedimen atau batuan endapan (sendimentary rocks) yang terbantuk dari pasir dan lumpur yang mengendap di dasar laut, danau dan rawa. Lapisan-lapisan endapan baru akan menutupi lapisan endapan yang lebih tua dan menekannya menjadi lapisan-lapisan batu yang saling berhimpitan yang disebut strata (tunggal; stratum). Kemudian , erosi mungkin mengikis strata yang lebih tua yang telah terkubur. Fosil didalam lapisan-lapisan itu menunjukkan bahwa suatu suksesi (urutan) organism-organisme telah menghuni Bumi sepanjang masa.

Paleontologi, yakni ilmu mengenai fosil, telah banyak dikembangkan oleh ahli anatomi Prancis Georges Cuvier (http://kolom-biografi.blogspot.com/2011/10/biografi-georges-cuvier-ahli-biologi.html)  (1769-1832). Menyadari bahwa sejarah kehidupan terekam dalam strata yang mengandung fosil, ia mendokumentasikan suksesi spesies-spesies fosil di lembah Paris. Dia mencatat bahwa setiap stratum yang ditandai dengan suatu kelompok spesies fosil yang unik, dan semakin dalam (semakin tua) stratum semakin berbeda flora (kehidupan tumbuhan ) dan fauna (kehidupan binatang) dari kehidupan modern. Bahkan Cuvier mengenali bahwa kepunahan merupakan suatu peristiwa yang umun terjadi dalam sejarah kehidupan. Dari stratum ke stratum, spesies baru muncul dan spesies lain menghilang. Namun Cuvier merupakan menentang kuat bagi para penganut evolusi pada masanya. Sebagai gantinyan ia mendukung paham katatrofisme, dan berspekulasi bahwa setiap batas antara strata berhubungan dengan suatu masa terjadinya bencana alam, seperti banjir atau kekeringan dan kemarau hebat, yang memusnahkan banyak spesies yang hidup di sana pada masa itu. Ia mengemukakan bahwa  spesies yang hidup disana pada masa itu. Ia mengemukakan bahwa bencana alam yang periodik ini umumnya hanya terbatas pada suatu wilayah geografis lokal, dan daerah yang mengalami kerusakan dan bencana telah dihuni kembali oleh spesies yang berpindah dari tempat lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s